| |

Level Up

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Penggalan lirik “Sahabat Kecil” tersebut mengiringi kami, siswa-siswa kelas VI SD Kristen Petra 11, untuk mengikuti acara pelepasan secara online. Tidak terasa, 6 tahun sudah kami mencari ilmu di sekolah ini. Bagi kami, pelepasan tahun ini terasa begitu berbeda, betapa tidak, karena untuk mengakhiri tahun ajaran di jenjang SD dan di tengah pandemi bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani. Di masa-masa terakhir kami menjadi siswa Sekolah Dasar, kami harus belajar secara online dan tentunya mengurangi intensitas kami untuk bertemu dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Memang benar, tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, dan kejadian seperti ini mengajarkan kepada kami semua, sebagai siswa-siswi, untuk menghargai setiap usaha dan kebersamaan yang terjalin antara guru dan siswa selama ini. Di sisi lain, sudah sepantasnya juga kita bersyukur, karena bapak/ibu guru tetap mengusahakan seoptimal mungkin untuk mengadakan kegiatan pelepasan, walaupun secara online.

Time Flies So Fast, memang benar kalimat tersebut. Suasana hati yang bercampur aduk dan tidak menentu, antara bahagia, sedih, dan terharu. Betapa tidak, rasa kebersamaan yang selama 6 tahun sudah kami bangun, akan berakhir di hari ini, Senin, 15 Juni 2020 melalui teleconference. Acara hari ini, dimulai tepat pukul 08.30, dibuka dengan renungan singkat yang disampaikan oleh bu Harlina, sebagai guru agama, setelah itu, dilanjutkan oleh Ibu Kepala Sekolah kami, Ibu Regina, yang menyampaikan pengumuman bahwa kami lulus 100%, yeay, tentu perasaan senang dan bangga menyelimuti kami semua, karena perjuangan kami selama 6 tahun ini tidak sia-sia, akhirnya kami berhasil menyelesaikan pendidikan di tahap dasar ini, namun, kami juga merasa sedih karena ini merupakan kesempatan terakhir kami untuk bertemu dengan teman-teman dan guru-guru di SD Kristen Petra 11 melalui teleconference.

Pada pelepasan tahun ini, panitia memilih tema Level UP, karena melalui tema ini kami semua, sebagai siswa-siswi, diharapka mampu berkembang di jenjang yang lebih tinggi, baik secara akademik maupun non akademik. Selain itu, kami, sebagai siswa-siswi, juga diharapkan memiliki semangat pantang mundur dalam mengejar dan meraih cita-cita. Mengingat bahwa, selama 6 tahun bersekolah di SD Kristen Petra 11 ini, banyak bekal yang telah diberikan oleh bapak/ibu guru, yang tentunya akan sangat berguna bagi kami di jenjang berikutnya. Setelah melakukan tele conference, sebagai acara utama di pelepasan online ini, kami semua mengakses akun Youtube dengan link:

Acara pelepasan online ini pun, menjadi bukti nyata, bahwa kami semua dapat melalui semuanya dengan baik di tengah pandemi ini, walaupun dalam prosesnya, kami harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan hasil yang baik, tetapi, di moment ini pula, kami menjadi sadar, bahwa setiap usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati hasil, dan hari ini terbukti bagi kami.

Selamat berjuang di jenjang selanjutnya teman-teman, See You on Top! God bless you!

Testimoni Orang Tua

Hadirnya covid-19 sangat berpengaruh di segala aspek, terutama dalam hal pendidikan. Hampir 2 (dua) bulan lebih sistem belajar anak-anak terganggu dikarenakan virus corona ini, anak-anak harus belajar dan sekolah di rumah. Jelas, ada perbedaan besar yg didapati anak-anak ketika belajar di rumah, selain mereka tidak bisa belajar bersama teman-teman di kelas, materi yang mereka dapatkan juga terbatas. Butuh peran orang tua yang besar untuk memotivasi anak-anak untuk mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Jangan biarkan anak-anak menjadi malas karena virus corona ini. Semangat belajar harus semakin ditingkatan... stay healthy stay at home.. Tuhan Yesus memberkati (Orang tua dari Eunice Threcia Ulina Sasabone kelas V)

Keshia_dan_Kevin.jpegEvelyn.jpegEunice.jpegArthur.jpeg

Saya Shinta, saat ini saya mempunyai dua anak yang bersekolah di SD Kristen Petra 11. Anak yang pertama Kevin Yuwono kelas III dan anak yang kedua Keshia Yuwono kelas I, “Karena adanya pandemic corona ini, anak-anak terpaksa harus SFH (School From Home), tentunya itu menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Saya sebagai orang tua, dituntut untuk lebih sabar dan selalu mendampingi anak-anak dalam belajar. Selama ini guru memberikan materi dan tugas-tugas secara online dan melakukan zoom sebanyak seminggu tiga kali. Namun, saya merasa hal ini kurang maksimal dalam pendidikan anak-anak. Terutama zoom, karena terkadang dalam zoom ada kendala, seperti gangguan internet, sehingga terkadang suara tidak jelas dan terputus-putus. Namun, setelah zoom guru selalu mengirimkan materi hasil dari zoom, jadi hal ini sangat membantu. Kami tahu situasi saat ini sulit, bukan hanya bagi kami orang tua, tetapi juga bagi guru dan murid. Harapan saya sebagai orang tua, agar kita dapat menemukan solusi dari kesulitan atau kekurangan dalam belajar online, sehingga anak dapat belajar di rumah lebih maksimal. Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang sabar dan baik dalam menjawab pertanyaan dari orang tua, jika kita mengalami kesulitan. Semoga, pandemic corona ini dapat segera berlalu dan anak-anak bisa kembali ke sekolah”.

School from home menurut saya ada positif dan negatifnya. Positifnya, waktu belajar bisa lebih disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak, karena didampingi oleh orang tua langsung, anak jadi lebih fokus. Negatifnya, anak jadi bosan, karena tidak berinteraksi dengan temannya, anak terkadang jadi semaunya sendiri. Manfaat yang saya dapatkan saat mendampingi anak adalah membuat orang tua jadi lebih dekat lagi dan semakin mengenali karakter anak pada saat melakukan pekerjaan dari guru. Sedangkan kendalanya adalah, membuat anak mau menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh, karena, terkadang anak merasa bosan dan jenuh di rumah terus. Saya sebagai wali orang tua merasa berterima kasih sekali karena selama ini anak saya telah dibimbing dengan baik oleh guru-guru SD Kristen Petra 11. Semoga semuanya cepat kembali baik, sehingga bisa bertemu kembali. Amin. (Orang tua dari Arthur Sebastian kelas I)

Di tahun ini, banyak pelajaran berharga yang didapatkan, terutama saya merasakan bagaimana rasanya menjadi pengajar, yang saya rasa, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tenaga guru di sekolah, jujur saya merasa kewalahan mengurus anak-anak dengan tugas-tugas sekolah. Tetapi, anak-anak saya semangat dalam mengerjakan tugas, justru, malah saya yang terkadang menyerah dan putus asa dan hampir menyerahkan ke guru les. Tetapi akhirnya, mata saya terbuka, betapa anak-anak saya menginginkan pendampingan mama dan papanya dalam mendukung kegiatan belajarnya. Banyak yang kami dapat dari pandemi ini, lebih bersabar dalam segala hal, menahan diri untuk tidak boros dan menghargai uang, terutama saya lebih paham, betapa guru di sekolah itu luar biasa, mampu mengurus kegiatan belajar anak-anak dalam jumlah yang banyak. saya berterima kasih karena Guru begitu luar biasa, terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. (Orang tua dari Evelyn Jill Setiawan kelas II)

Jauh Di Mata Dekat Di Hati

mee.jpg2a_malam.jpg3.jpgkelas_2B.jpg2.jpggt.jpg

Saat ini, stay at home atau #dirumahaja sudah tidak asing lagi bagi kita semua ya, karena tagar itu yang sering disuarakan di media cetak maupun media elektronik selama pandemi Covid-19 ini. Tidak bisa dipungkiri juga, bahwa karena adanya pandemi ini kita menjadi cemas, takut, bahkan tidak berani untuk bertemu dengan orang lain. Eittsss, namun, sebagai anak Tuhan kita tidak perlu kuatir, karena selama kita mengikuti himbauan dari pemerintah, kita semua pasti bisa terhindar dari virus ini. Apa saja sih yang perlu kita lakukan? Yup, benar sekali, dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, lalu menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan rajin mencuci tangan ketika selesai memegang benda apa pun di sekitar kita, menjaga asupan gizi secara seimbang, rajin berolahraga, serta istirahat yang cukup. Satu lagi yang cukup penting yaitu, dengan melakukan Physical Distancing atau dengan menjaga jarak aman ketika berada di tempat umum untuk memutus rantai persebaran virus ini.

Situasi pandemi Covid-19 ini pasti akan berdampak bagi semua kalangan, tak terkecuali, juga bagi kita anak sekolah. Tak terasa ya sudah 1,5 bulan kita berada di rumah, terhitung sejak 16 Maret 2020, karena adanya pandemi ini kita semua harus melakukan segala aktivitas dari rumah. Tak terkecuali, juga bagi kami siswa-siswi SD Kristen Petra 11, kami juga harus melakukan School From Home sesuai dengan anjuran dari pemerintah, karena adanya anjuran ini, maka kami semua harus melakukan kegiatan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan) atau online. Awalnya, kami merasa aneh karena belum terbiasa, kami harus belajar sendiri dan hanya dibantu oleh orang tua dan keluarga yang ada di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kami semua sudah mulai terbiasa untuk melakukan pembelajaran daring ini, kami sangat antusias karena tugas yang diberikan juga mendorong kami untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, sehingga kebosanan kami ketika #dirumahaja bisa sedikit terobati. Contohnya, kegiatan kami siswa kelas III yang diberikan tugas untuk membuat prakarya dari kardus bekas, sangat menyenangkan sekali, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Oh iya, untuk mengobati kerinduan kami, sesekali waktu kami juga bertemu melalui video conference, kami sangat antusias, karena kami dapat bertemu dan melihat wajah bapak/ibu guru dan teman-teman, walaupun tidak secara langsung, kami  bersyukur dan bahagia karena dapat berbagi pengalaman kami selama #dirumahaja dengan guru dan teman-teman. Selama video conference kami juga saling mendoakan dan menguatkan semoga kita semua tetap dalam kondisi yang sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan.

Yaah, semoga semua ini dapat kita lalui dengan baik ya teman-teman, kita semua dalam kondisi yang sehat dan pada akhirnya, kita dapat bertemu kembali di sekolah dan melaksanakan aktivitas seperti semula. Stay Safe and Keep healthy, teman-teman. We Miss You!

Merayakan Paskah #dirumahaja

1 2

Halo teman-teman? Bagaimana kabar kalian? Masih betah #dirumahaja, kan? Bagaimana perayaan paskah kalian tahun ini? Memang, tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial bagi kita semua, selain kita harus belajar dan bekerja dari rumah, di tahun ini pula kita harus merayakan paskah dari rumah juga. Siapa yang bisa menduga? Ternyata, pandemi covid-19 mengharuskan kita semua untuk menjaga jarak dengan semua orang. Sudah 1 bulan lebih kita semua juga harus beribadah dari rumah sesuai dengan anjuran pemerintah, memang terasa aneh bagi kita semua karena memang belum terbiasa, tetapi yang perlu diingat adalah, kita semua juga harus membantu pemerintah supaya rantai virus ini dapat berhenti, salah satu caranya dengan mengurangi aktivitas yang memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak orang. Jadi, kita harus belajar ya teman-teman, membiasakan diri melakukan segala aktivitas dari rumah? Siap? Oke, tetap semangat buat kita semua!

3 4

SD Kristen Petra 11 juga merayakan paskah dari rumah aja loh, ada serangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh siswa sehingga siswa tetap dapat merayakan sukacita dari kebangkitan Tuhan kita, yaitu membuat kartu ucapan paskah, menuliskan ayat hafalan, menyanyikan lagu tentang paskah, membuat puisi, dan masih banyak lagi. Walaupun di tengah pandemi ini, siswa-siswi sangat antusias untuk mengikuti serangkaian kegiatan paskah ini. Terima kasih teman-teman untuk semangatnya. Selamat Paskah! Walaupun kita dalam kondisi keterbatasan, kita wajib bersyukur karena kita semua masih bisa merayakan dan merasakan sukacita kebangkitan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!

 

Berbagi kasih

Bulan Desember adalah bulan yang dinanti-natikan. Tahukah kalian, mengapa bulan ini sangat dinanti? Selain bulan terakhir, bulan Desember identik dengan Natal, bagi-bagi hadiah, dan liburan. Untuk memaknai Natal tahun ini, kami, siswa-siswi kelas VI ingin berbagi kasih dengan mengadakan “Aksi Natal“ dengan mengumpulkan sumbangan berupa sembako yang akan kami sumbangkan ke di Panti Asuhan “Bukti Kasih”, yang beralamatkan di Jl. Tenggilis Mejoyo Selatan V/I, Surabaya. Kami melaksanakan kegiatan ini pada hari Sabtu, tanggal 7 Desember 2019, beberapa teman dan guru mewakili kunjungan ke panti asuhan tersebut.

IMG-20191216-WA0013.jpgIMG-20191216-WA0004.jpgIMG-20191207-WA0024.jpgIMG-20191216-WA0007.jpgIMG-20191207-WA0014.jpgIMG-20191216-WA0010.jpgIMG-20191216-WA0001.jpgIMG-20191216-WA0006.jpg

Kebersamaan kami dimulai dengan ibadah bersama yang dilaksanakan pada pukul 11.00, di sela-sela ibadah kami juga melakukan games dengan tujuan, agar kami semakin dekat dengan teman-teman yang ada di panti. Meskipun cuaca sedang panas, kami tetap bersemangat dan bersukacita untuk mengunjungi dan berbagi kasih bersama teman-teman di panti. Setelah games, acara dilanjutkan dengan renungan singkat tentang kelahiran Tuhan Yesus, lalu kami bersama-sama menikmati berkat Tuhan berupa makanan. Sambil menikmati berkat Tuhan, kami juga bercakap-cakap dengan mereka, banyak yang kami bicarakan, baik itu berupa kehidupan di panti ataupun masalah yang kami temui di sekolah maisng-masing. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13.00, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, kami berfoto bersama sebagai kenang-kenangan bagi kami, siswa kelas VI SD Kristen Petra 11.

Melalui aksi natal ini, kami belajar, bahwa kita harus lebih bersyukur terhadap keadaan dan kondisi kita saat ini. Selain itu, melihat kondisi teman-teman yang ada di panti, membuat kami lebih menyadari keajaiban Tuhan ada bagi mereka, karena walaupun mereka ada dalam panti, tetapi mereka tetap  tumbuh terpelihara dengan baik, dan senantiasa hidup penuh kasih dari para pengurus di panti ini, dan pasti tetap dalam perlindungan dan pernyetaan yang sempurna dari Tuhan. Semoga bantuan yang kami bawa ini, dapat membantu kehidupan anak-anak di panti asuhan ini. Amin.

boost the values reap the success