| |

Jauh Di Mata Dekat Di Hati

mee.jpg2a_malam.jpg3.jpgkelas_2B.jpg2.jpggt.jpg

Saat ini, stay at home atau #dirumahaja sudah tidak asing lagi bagi kita semua ya, karena tagar itu yang sering disuarakan di media cetak maupun media elektronik selama pandemi Covid-19 ini. Tidak bisa dipungkiri juga, bahwa karena adanya pandemi ini kita menjadi cemas, takut, bahkan tidak berani untuk bertemu dengan orang lain. Eittsss, namun, sebagai anak Tuhan kita tidak perlu kuatir, karena selama kita mengikuti himbauan dari pemerintah, kita semua pasti bisa terhindar dari virus ini. Apa saja sih yang perlu kita lakukan? Yup, benar sekali, dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, lalu menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan rajin mencuci tangan ketika selesai memegang benda apa pun di sekitar kita, menjaga asupan gizi secara seimbang, rajin berolahraga, serta istirahat yang cukup. Satu lagi yang cukup penting yaitu, dengan melakukan Physical Distancing atau dengan menjaga jarak aman ketika berada di tempat umum untuk memutus rantai persebaran virus ini.

Situasi pandemi Covid-19 ini pasti akan berdampak bagi semua kalangan, tak terkecuali, juga bagi kita anak sekolah. Tak terasa ya sudah 1,5 bulan kita berada di rumah, terhitung sejak 16 Maret 2020, karena adanya pandemi ini kita semua harus melakukan segala aktivitas dari rumah. Tak terkecuali, juga bagi kami siswa-siswi SD Kristen Petra 11, kami juga harus melakukan School From Home sesuai dengan anjuran dari pemerintah, karena adanya anjuran ini, maka kami semua harus melakukan kegiatan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan) atau online. Awalnya, kami merasa aneh karena belum terbiasa, kami harus belajar sendiri dan hanya dibantu oleh orang tua dan keluarga yang ada di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kami semua sudah mulai terbiasa untuk melakukan pembelajaran daring ini, kami sangat antusias karena tugas yang diberikan juga mendorong kami untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, sehingga kebosanan kami ketika #dirumahaja bisa sedikit terobati. Contohnya, kegiatan kami siswa kelas III yang diberikan tugas untuk membuat prakarya dari kardus bekas, sangat menyenangkan sekali, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Oh iya, untuk mengobati kerinduan kami, sesekali waktu kami juga bertemu melalui video conference, kami sangat antusias, karena kami dapat bertemu dan melihat wajah bapak/ibu guru dan teman-teman, walaupun tidak secara langsung, kami  bersyukur dan bahagia karena dapat berbagi pengalaman kami selama #dirumahaja dengan guru dan teman-teman. Selama video conference kami juga saling mendoakan dan menguatkan semoga kita semua tetap dalam kondisi yang sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan.

Yaah, semoga semua ini dapat kita lalui dengan baik ya teman-teman, kita semua dalam kondisi yang sehat dan pada akhirnya, kita dapat bertemu kembali di sekolah dan melaksanakan aktivitas seperti semula. Stay Safe and Keep healthy, teman-teman. We Miss You!

Merayakan Paskah #dirumahaja

1 2

Halo teman-teman? Bagaimana kabar kalian? Masih betah #dirumahaja, kan? Bagaimana perayaan paskah kalian tahun ini? Memang, tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial bagi kita semua, selain kita harus belajar dan bekerja dari rumah, di tahun ini pula kita harus merayakan paskah dari rumah juga. Siapa yang bisa menduga? Ternyata, pandemi covid-19 mengharuskan kita semua untuk menjaga jarak dengan semua orang. Sudah 1 bulan lebih kita semua juga harus beribadah dari rumah sesuai dengan anjuran pemerintah, memang terasa aneh bagi kita semua karena memang belum terbiasa, tetapi yang perlu diingat adalah, kita semua juga harus membantu pemerintah supaya rantai virus ini dapat berhenti, salah satu caranya dengan mengurangi aktivitas yang memungkinkan kita untuk bertemu dengan banyak orang. Jadi, kita harus belajar ya teman-teman, membiasakan diri melakukan segala aktivitas dari rumah? Siap? Oke, tetap semangat buat kita semua!

3 4

SD Kristen Petra 11 juga merayakan paskah dari rumah aja loh, ada serangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh siswa sehingga siswa tetap dapat merayakan sukacita dari kebangkitan Tuhan kita, yaitu membuat kartu ucapan paskah, menuliskan ayat hafalan, menyanyikan lagu tentang paskah, membuat puisi, dan masih banyak lagi. Walaupun di tengah pandemi ini, siswa-siswi sangat antusias untuk mengikuti serangkaian kegiatan paskah ini. Terima kasih teman-teman untuk semangatnya. Selamat Paskah! Walaupun kita dalam kondisi keterbatasan, kita wajib bersyukur karena kita semua masih bisa merayakan dan merasakan sukacita kebangkitan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!

 

Berbagi kasih

Bulan Desember adalah bulan yang dinanti-natikan. Tahukah kalian, mengapa bulan ini sangat dinanti? Selain bulan terakhir, bulan Desember identik dengan Natal, bagi-bagi hadiah, dan liburan. Untuk memaknai Natal tahun ini, kami, siswa-siswi kelas VI ingin berbagi kasih dengan mengadakan “Aksi Natal“ dengan mengumpulkan sumbangan berupa sembako yang akan kami sumbangkan ke di Panti Asuhan “Bukti Kasih”, yang beralamatkan di Jl. Tenggilis Mejoyo Selatan V/I, Surabaya. Kami melaksanakan kegiatan ini pada hari Sabtu, tanggal 7 Desember 2019, beberapa teman dan guru mewakili kunjungan ke panti asuhan tersebut.

IMG-20191216-WA0013.jpgIMG-20191216-WA0004.jpgIMG-20191207-WA0024.jpgIMG-20191216-WA0007.jpgIMG-20191207-WA0014.jpgIMG-20191216-WA0010.jpgIMG-20191216-WA0001.jpgIMG-20191216-WA0006.jpg

Kebersamaan kami dimulai dengan ibadah bersama yang dilaksanakan pada pukul 11.00, di sela-sela ibadah kami juga melakukan games dengan tujuan, agar kami semakin dekat dengan teman-teman yang ada di panti. Meskipun cuaca sedang panas, kami tetap bersemangat dan bersukacita untuk mengunjungi dan berbagi kasih bersama teman-teman di panti. Setelah games, acara dilanjutkan dengan renungan singkat tentang kelahiran Tuhan Yesus, lalu kami bersama-sama menikmati berkat Tuhan berupa makanan. Sambil menikmati berkat Tuhan, kami juga bercakap-cakap dengan mereka, banyak yang kami bicarakan, baik itu berupa kehidupan di panti ataupun masalah yang kami temui di sekolah maisng-masing. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13.00, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, kami berfoto bersama sebagai kenang-kenangan bagi kami, siswa kelas VI SD Kristen Petra 11.

Melalui aksi natal ini, kami belajar, bahwa kita harus lebih bersyukur terhadap keadaan dan kondisi kita saat ini. Selain itu, melihat kondisi teman-teman yang ada di panti, membuat kami lebih menyadari keajaiban Tuhan ada bagi mereka, karena walaupun mereka ada dalam panti, tetapi mereka tetap  tumbuh terpelihara dengan baik, dan senantiasa hidup penuh kasih dari para pengurus di panti ini, dan pasti tetap dalam perlindungan dan pernyetaan yang sempurna dari Tuhan. Semoga bantuan yang kami bawa ini, dapat membantu kehidupan anak-anak di panti asuhan ini. Amin.

To Be a Better Me

IMG20191030145740.jpgIMG20191031081558.jpgIMG_20191031_210350.jpgIMG20191101093514.jpg

“Setiap anak adalah istimewa.” Apa yang kalian pikirkan ketika membaca kalimat tersebut? Ya, setiap anak memang istimewa, istimewa bukan berarti karena kita terlahir dari keluarga kaya, karena kita ganteng/cantik, dan berprestasi. Setiap anak dikatakan istimewa karena, kita semua berharga di mata Tuhan yang telah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Dia. Di sisi lain, perkembangan zaman saat ini menjadikan manusia untuk mengukur segala sesuatu supaya diterima di kelompok tertentu, sehingga anak tidak dapat mengenal dirinya dengan baik. Bagaimana kita semua dapat menyadari bahwa kita istimewa sebagaimana adanya saat ini dan telah diciptakan secitra dengan-Nya yang istimewa itu? Untuk dapat memahami semua itu, maka kami siswa dan siswi SD Kristen Petra 11 mengikuti kegiatan retreat yang diadakan pada tanggal 30 Oktober – 1 November 2019, di Griya Kusuma Indah, Pacet, dan dipimpin oleh Pdt. Hanna Yulianik

Ada yang berbeda dari kegiatan retreat tahun ini, karena kami bergabung dengan teman-teman dari SD Kristen Petra 1, yap, rasanya sudah tidak sabar untuk memulai kegiatan ini karena pastinya kami semua akan bertemu dengan teman-teman yang baru. Setelah kami sampai di lokasi, kami berbenah untuk masuk ke kamar yang sudah dibagikan oleh pantia. Kemudian kami bersiap untuk mengikuti outbound yang terbagi dalam beberapa game, dalam game tersebut banyak sekali yang harus kami pelajari mulai dari pengetahuan tentang tokoh-tokoh alkitab, kekompakan team bahkan sampai ketangkasan kami untuk menyusun balok kecil menjadi menara. Tidak hanya itu, kami juga dihibur oleh drama singkat dari guru-guru pendamping. Kami sangat antusias melihat kelucuan yang dibuat oleh Bapak dan Ibu guru. Yang paling seru di hari pertama ini adalah ketika kami diberi tantangan berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya dari sekolah lain dan ini tentunya membuat masing-masing dari kami untuk memberanikan diri mengenal teman dari sekolah lain.

Di hari kedua, kami melaksanakan ibadah padang pada pukul 07.00 WIB. Kami bisa menghirup udara segar, menikmati kicauan burung, dan yang terutama kami bisa menikmati pemandangan gunung. Setelah ibadah padang, kami diajak untuk berdiskusi, dalam diskusi kami diajarkan bagaimana menjadi pengikut Tuhan Yesus yang sadar akan diri yang istimewa dan memiliki talenta yang diberikan oleh Tuhan, hingga kita mampu menjadi berkat bagi orang lain. Setelah melakukan diskusi, tiba saatnya kami menampilkan drama yang sebelumnya telah kami siapkan. Hari kedua ini ditutup dengan api unggun, tidak disangka bahwa di sesi ini, kami satu persatu dibuat menangis. Apakah kami salah atau kami cengeng? Tentunya tidak seperti itu. Kami menangis karena kami merasa berdosa, dan bahkan kami dengan seenaknya menyalahkan orang lain, kami dapat dikatakan egois. Memang benar yang dikatakan oleh ibu pendeta kami terlalu mementingkan diri kami sendiri dan tidak menjadi pengikut Tuhan Yesus yang benar, yang dapat menjadi berkat bagi siapa pun. Dari sesi ini kami masing-masing membuat komitmen untuk lebih baik lagi dari sebelumnya.

Di hari terakhir, masing-masing dari kami telah siap untuk kembali ke Surabaya, tetapi, sebelum itu, terlebih dahulu dilakukan pemillihan king and queen, yeay, selamat untuk king and queen yang telah terpilih. Setelah kegiatan ini, kami berharap, kami semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, karena kami semua istimewa. Terima kasih untuk Bapak dan Ibu guru yang telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi kami.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;.....” (Kej 1: 27). 

Pelayanan GKI Citraland

How great is our God, sing with me
How great is our God, and all will see
How great, How great is our God

DSCF1005

Jika mendengar tentang lagu di atas, apa yang terlintas dipemikiran kita? Yap, kita menjadi semakin kagum akan Allah yang begitu luar biasa berkarya di dalam kehidupan kita. Lagu tersebut menjadi pilihan lagu kami, siswa-siswi KB-TK-SD Kristen Petra 11, tepatnya tanggal 22 September 2019 untuk melaksanakan pelayanan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Citraland.

DSCF1013

Kami merasa bersyukur dan antusias karena dipercaya oleh Bapak dan Ibu guru untuk melakukan pelayanan dalam bentuk paduan suara serta dapat mengenalkan sekolah kami ke jemaat gereja tersebut. Sebelum hari “H”, kami sudah mempersiapkan pelayanan ini sebaik mungkin, dan kami berlatih secara sungguh-sungguh, supaya nanti, waktu kami menyanyi dapat diterima dengan baik dan menjadi berkat bagi jemaat yang mendengarkan. Selain siswa, para Bapak/Ibu guru juga mempersembahkan pujian yang berjudul “Every Praise.

DSCF1023

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu sudah datang, kami melakukan pelayanan di kebaktian umum yang kedua. Kami ingin melayani Tuhan dengan sepenuh hati kami melalui paduan suara ini, walaupun perasaan kami campur aduk karena kami masih kuatir jika kami belum dapat menampilkan yang terbaik. Tetapi, kami tetap percaya jika bersama Tuhan segala sesuatu pasti terlewati dengan baik.

DSCF1026

DSCF1028

Sungguh pujian yang begitu indah, kami beryukur diberikan pengalaman yang begitu luar biasa ini. Kami siap untuk melayani di lain kesempatan. Tuhan Yesus Memberkati.

boost the values reap the success