| |

Belajar Membuat Jus Buah

Salah satu cara untuk membuat tubuh kita menjadi sehat adalah dengan mengonsumsi buah-buahan, karena buah-buahan mengandung berbagai macam vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Lalu, pertanyaannya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak suka memakan buah secara langsung? Tenang, ada berbagai macam bentuk olahan buah, supaya buah tetap bisa dinikmati. Coba saja kita amati lingkungan sekitar, ada berbagai macam bentuk olahan buah, seperti sop buah, salad buah, rujak buah, cake buah, jus buah, bahkan ada yang dibuat menjadi dodol buah.

1 2

Dari berbagai macam olahan tersebut, kami siswa kelas II SD Kristen Petra 11, pada hari Kamis, 27 Februari 2020 belajar tentang membuat jus buah. Kami membawa buah semangka dan alpukat yang akan kami praktikkan pada hari ini. Rasanya sangat senang sekali, karena ada satu lagi basic life skill yang kami pelajari dan tentunya berguna untuk kehidupan kami. Sebelum memulai membuat jus, Ibu Guru terlebih dahulu menjelaskan tentang manfaat buah dan vitamin apa saja yang terkandung di dalamnya. “Ayo, Bu! Kami sudah tidak sabar untuk memulai membuat jus!” celetuk salah satu murid yang sudah tidak sabar untuk menikmati jus buah yang sudah siapkannya, anak-anak memang terlihat sangat antusias untuk membuat jus. “Tenang, sabar, kita akan segera memulainya.” jawab Ibu Guru.

3 4

Sebelum membuat jus, pastinya ada beberapa peralatan dan bahan yang perlu dipersiapkan, yaitu: blender, air, pisau, sendok, gula, susu, serta gelas. Anak-anak siap? Yuk, kita mulai. Pertama, ambil buah yang sudah dicuci bersih terlebih dahulu lalu potong kecil-kecil untuk buah semangka, belah menjadi dua untuk buah alpukat, ambil daging alpukat dengan menggunakan sendok. Setelah itu, masukkan ke dalam blender yang sudah disiapkan. Lalu, jus semangka, tuang air dan tambahkan gula. Sedangkan untuk jus alpukat, tuang air dan tambahkan gula serta susu, jika suka susu. Jangan lupa tutup blendernya dan buah siap untuk di-jus. Eitss, tunggu beberapa saat ya sampai buah benar-benar hancur dan tercampur dengan baik. Setelah selesai, tuang jus ke dalam gelas yang sudah disiapkan. Jus siap dinikmati!

5 7

Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami, siswa kelas II SD Kristen Petra 11 untuk membuat jus dan menggunakan blender, bahkan memencet tombol blender sendiri. Tentunya ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Oh iya, ada satu lagi pesan dari ibu guru untuk kami, buah memang sehat bagi tubuh kami, boleh saja jika buah itu di-jus, namun, kata ibu Guru, jangan terlalu banyak untuk menambahkan gula ataupun susu dalam jus kami, karena bisa membuat vitamin dalam buah tersebut berkurang. Yeay, saatnya menikmati jus yang sudah kami buat, selamat menikmati.

Memotong Buah

8.jpg6.jpgpotong_buah.jpg7.jpg5.jpg9.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

Apakah kalian suka makan buah? Buah apa saja yang biasa kalian makan? Apakah kalian tidak suka buah? Buah apa yang tidak suka kalian makan? Tentunya berbagai macam pertanyaan dan pemikiran akan muncul ketika mendengar kata benda satu ini, ketika mendengar kata buah, ada yang langsung memikirkan buah favoritnya, namun, di sisi lain, pasti ada juga yang langsung merasa mual karena tidak suka makan buah. Tetapi suka ataupun tidak suka kita harus tetap belajar untuk memakan buah, supaya gizi di tubuh kita tetap seimbang dan tentunya membuat badan kita sehat.

Eittsss, kali ini kita tidak akan membahas tentang jenis buah-buahan, tetapi kita akan sama-sama belajar tentang memotong buah. Memotong buah menjadi salah satu Basic Life Skill yang perlu kita pelajari dan miliki, karena buah akan menjadi kebutuhan sepanjang hidup kita, jadi mau tidak mau kita harus bisa memotong buah sendiri tanpa bantuan orang lain. Seperti kami siswa-siswi kelas III SD Kristen Petra 11 lakukan, pada hari Kamis, tanggal 30 Januari 2020. Kami belajar tentang bagaimana memotong buah dengan benar dan belajar bagaimana tips untuk menjaga buah tetap segar dan enak untuk dimakan. Yummy, rasanya kami sudah tidak sabar untuk membuka dan memotong buah yang sudah kami bawa.

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Tentunya buah-buahan, pisau, piring, dan telenan. Kita harus berhati-hati, karena kami belum terbiasa menggunakan pisau, hehe. Ada berbagai macam buah yang kami bawa, ada bengkoang, pir, apel, dan semangka. Setelah semua siap, kami belajar dengan perlahan sampai semua buah tepotong dengan rapi sesuai dengan arahan dari Bapak/Ibu guru, dan akhirnya buah siap untuk dimakan. Yess, hari ini kami belajar hal yang baru lagi, kami sangat senang, karena akhirnya kami dapat memotong buah sendiri. Semua buah sudah dipotong dan saatnya menambahkan sambal supaya semakin mantap untuk dinikmati. Yumyum! Selamat menikmati!

Belajar Menimbang Yuk!

Albums

Jika kalian membawa 1 buah Apel, kira-kira berapa ya beratnya? Mungkin 1 buah Apel bisa 100 gram, mungkin saja bisa 130 gram, atau bahkan bisa lebih dan bisa kurang dari perkiraan kita. Lalu, apakah kita bisa mengira-ngira sendiri berapa berat 1 buah Apel dengan tepat? Hhmmm, mungkin bisa, namun sedikit kemungkinan jika berat yang kita pikirkan bisa tepat dengan berat yang sesungguhnya. Nah, untuk membantu mengetahui berapa jumlah berat benda dengan tepat, pastinya kita membutuhkan alat bantu. Menurut kalian, apakah alat bantu tersebut? Yap, betul sekali! Salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk mengukur berat adalah timbangan. Yuk, kita sama-sama belajar tentang mengukur berat dengan alat bantu timbangan seperti yang kami lakukan siswa-siswi kelas II A SD Kristen Petra 11 pada hari Kamis, tanggal 13 Februari 2020.

Ternyata, ada berbagai macam timbangan yang bisa kita pakai dalam mengukur berat, yaitu timbangan pasar, timbangan berat badan, timbangan roti, timbangan gantung, dan masih banyak lagi. Nah, untuk dapat mengukur berat dengan tepat, sebaiknya kita juga perlu tahu timbangan mana yang sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya timbangan pasar biasa digunakan untuk menimbang telur, gula, atau tepung dengan jumlah yang tidak begitu banyak. Timbangan berat badan tentunya untuk mengukur berat badan kita. Sedangkan timbangan roti bisa digunakan untuk menimbang buah, telur, tepung dengan ukuran yang lebih kecil dibandingan dengan timbangan pasar. Untuk mengukur yang lebih berat lagi, seperti sekarung beras, kita bisa menggunakan timbangan gantung. Saat ini kami akan praktik mengukur berat benda yang sudah disiapkan, bahkan ada beberapa di antara kami yang membawa benda yang akan ditimbang. Kali ini kami akan menimbang dengan menggunakan timbangan roti, yuk kita mulai!

Peralatan yang kami butuhkan untuk mengukur berat adalah timbangan roti, benda-benda yang akan kami timbang, kertas dan pensil untuk mencatat. Kami harus teliti, karena kami harus mencatat dengan detail setiap satuan gram dan kilogramnya. Ada berbagai macam benda yang kami ukur, yaitu tomat, pisang, jeruk, pepaya, bahkan ada diantara kami yang membawa gula dan beras. Sangat menyenangkan sekali pembelajaran hari ini, kami sangat menikmati menimbang satu demi satu benda yang ada, kami juga menjadi tahu bagaimana menimbang dan membaca timbangan dengan tepat! Tetapi hati-hati ya, jangan sampai semua barang dan benda yang ada di sekeliling kita harus kita timbang dahulu sebelum digunakan, hehe, timbangan digunakan jika kita membutuhkan saja. Tetap semangat menimba ilmu ya!

Fun Learning

Jika kalian diberikan pilihan, mana yang lebih menyenangkan, belajar dengan duduk mendengarkan saja atau belajar dengan mempraktikkannya secara langsung? Sebagian besar pasti memilih untuk belajar dengan mempraktikkannya secara langsung. Karena jika kita mempunyai pengalaman langsung, tentunya akan lebih mudah mengingat pembelajaran tersebut. Sama seperti yang kami, siswa-siswi kelas II SD Kristen Petra 11, lakukan pada hari Kamis, tanggal 15 Januari 2019, dengan belajar tentang pengukuran panjang.

IMG-20200123-WA0014.jpgIMG-20200123-WA0001.jpgIMG-20200123-WA0009.jpgIMG-20200123-WA0003.jpgIMG-20200123-WA0005.jpgIMG-20200123-WA0010.jpg

Belajar tentang pengukuran panjang, jika hanya mendengarkan dan membayangkan saja, pasti akan susah memahami tentang bagaimana mengukur benda dengan baik dan benar. Nah… pembelajaran kali ini berbeda, karena kami membawa berbagai macam bentuk daun, seperti daun sirih, daun mangga, daun jambu, daun cincau, dan daun cabai, sebagai bahan pembelajaran. Nah, kira-kira apa ya, yang dapat kami lakukan untuk mengukur daun-daun tesebut? Mengukur secara langsung menggunakan penggaris atau bagaimana? Daun memiliki bentuk dan struktur yang berbeda, maka untuk mengukurnya membutuhkan alat bantu yang bisa mengikuti bentuk dan tekstur daun tersebut. Alat atau benda yang kami pakai adalah menggunakan benang. Yuk, kita mulai mengukur!

Pohon Imlek

“Tepuk Pramuuukkaa!!!” Jika kalian mendengar seruan tersebut, pasti otomatis kalian akan menggerakkan tangan kalian untuk bertepuk Pramuka, bukan? Ya! Karena tepuk Pramuka adalah salah satu hal dasar pada awal kita belajar tentang Pramuka. Kami, siswa-siswi kelas V SD Kristen Petra 11, sangat menikmati kegiatan Pramuka karena kegiatannya tidak pernah membosankan. Pasti ada sesuatu yang baru yang akan dipelajari.

IMG20200116130800.jpgIMG20200116122511.jpgIMG20200116123821.jpgIMG20200116123939.jpg

Pada hari Kamis, tanggal 16 Januari 2019, dalam rangka menyambut momen Imlek, kami membuat pohon Imlek yang akan kami gunakan untuk menghias sekolah kami. Pohon Imlek biasa identik dengan pohon sakura, dan saat ini kami akan membuat bunga sakura. Kami sangat antusias untuk membuat bunga sakura ini. Untuk membuatnya, ada beberapa bahan yang perlu dipersiapkan, yaitu: kertas HVS, plastik berwarna merah muda, gunting, dan lem. Sudah siap untuk membuat? Ayo, kita mulai!

Hal ini sangat mudah untuk dilakukan. Pertama-tama, gunting kertas HVS sesuai dengan pola yang sudah diberikan. Jika sudah terbentuk motif bunga, jangan lupa untuk memberikan lem di salah satu sisi sehingga bentuk bunga menjadi lebih menarik. Setelah itu, buat sisi bunga supaya lebih mekar dengan menggosokkan gunting di sisi kelopak. Jika sudah selesai, saatnya membuat pola untuk plastiknya. Pola yang dibuat, hampir sama dengan pola di kertas HVS, namun ukurannya dibuat lebih kecil karena akan ditempelkan di bagian dalam bunga. Dalam pembuatan pola di plastik ini, kami sedikit mengalami kesulitan karena tekstur plastik yang lebih lembek dibandingan dengan kertas HVS.

Setelah beberapa lama berjuang membuat pola yang sedikit sulit, akhirnya kami pun berhasil membuat bunga dalam jumlah yang banyak. Yeaayyy!!! Tidak sabar untuk melihat hasil akhirnya setelah kami tempelkan di pohon. Kami sangat senang dan antusias untuk kegiatan ini, dan tidak sabar untuk menantikan Tahun Baru Imlek. Gong xi fa cai!

boost the values reap the success