| |

Reportase Kegiatan Membuat Telur Asin

Kegiatan di sekolah kami memilik  kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan ini membawa kepada kami menuju kemajuan, ketrampilan, menerapkan pengetahuan, dan menambah wawasan. Tak heran Ibu guru kami mengajak melakukan kegiatan yang menyenangkan tersebut, yaitu membuat telur asin. Membuat telur asin ini dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Mei 2021. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD Kristen Petra 11. Ibu guru mengajak keikut sertaan siswa untuk terjun langsung, turut terlibat penuh dalam proses pembuatan telur asin.

telor.jpgnathan.jpgronald.jpgnathan_daniel.jpgyuriko.jpgtiara.jpgrensi.jpg

Sebelum proses praktik pembuatan telur asin dimulai, semua siswa diberi pengarahan oleh masih-masing guru kelas. Kami diberi pengetahuan seputar telur bebek, termasuk nilai gizi yang terkandung dalam sebutir telur bebek tersebut. Bu Anna guru kelasku memberikan pengarahan kepada kami cara membuat telur asin tersebut. Masing-masing kami sudah dibekali dengan empat buah telur bebek, garam krosok,bawang putih, bumbu rempah (opsional)(Cabai, daun salam, daun jeruk, jahe, laos, dan daun sereh secukupnya). Tempat/toples yang dapat ditutup rapat (kedap udara) serta amplasan/sabut cuci piring. Kemudian Ibu guru memberikan Langkah pembuatan kepada kami sebagai berikut:

  1. Cuci bersih kemudian amplas telur bebek secara perlahan (tujuan diamplas supaya garam dan bumbu rempah dapat terserap dengan baik)
  2. Larutkan garam dengan air dalam toples yang akan dipakai, pastikan garam benar-benar larut
  3. Cincang kasar bawang putih
  4. Siapkan bumbu rempah secukupnya
  5. Masukkan bawang putih dan bumbu rempah ke dalam toples, kemudian aduk hingga merata
  6. Masukkan telur secara perlahan
    Pastikan telur terendam secara menyeluruh, jika dibutuhkan tindih telur dengan plastik yang berisi air sehingga telur terendam dengan sempurna.
    Pastikan toples tertutup dengan rapat
  1. Rendam selama 10-14 hari
  2. Salama perendaman jauhkan dari sinar matahari
  3. Setelah proses perendaman selesai, rebus/kukus telur menggunakan api kecil maksimal 45 menit
  4. Telur asin siap disajikan

Waaaahhhh menyenangkan sekali ya. Aku bersama te,man-teman segera mencoba untuk membuatnya. Ada teman yang berhasil, namun ada juga yang belum berhasil. Namun kami terus mencoba dan berbagi pengalaman bersama teman. Teman yang belum berhasil akhirnya mampu untuk membuat telur asin. Hoooreeee….. berhasil… berhasil… yes.!! Terimakasih bu guru sudah memberikan pengalaman yang menarik.

 Serunya Jalan-Jalan Ke Taman Safari Prigen Jawa Timur

‘Selamat pagi anak-anak… mau kemana ya kita hari ini? Waah udaranya cerah sekali ya.. kita jalan-jalan yuuk..” Itulah sapaan yang selalu aku ingat dari bapak dan ibu guru. Naah, pada hari Jumat, tanggal 16 April 2021, kami siswa-siswi kelas 1, 2, dan 3 SD Kristen Petra 11 berkesempatan untuk melakukan field trip ke Taman Safari Prigen Jawa Timur. Hooreeeee…. Aku bersorak kegirangan.

 

Pada hari itu persiapan  sudah ku lakukan sejak pagi. Aku mengenakan kaos putih, topi, sepatu kets, tisyu basah, dan  bekal berupa  makanan ringan serta minuman sudah kusiapkan. Waaahhh…. tak lupa masker dong.. untung mama ingatkan aku.  Aku siyap mengikuti acara field trip ini dengan hati yang senang. Bagaimana ya acaranya? Mmm… pasti menarik.

Saat yang ditunggu itu pun tiba. Bapak dan Ibu guru menyapaku dengan sangat ramah. Mereka juga menggenakan kaos, topi, sepatu kets, dan membawa ransel. “Anak-anak, siapa yang mau ikut ke Taman Safari Prigen? Disana banyak binatang yang mungkin juga belum kita kenal lho!. Taman Safari prigen menduduki deretan atas sebagai tujuan wisata. Karena selain lokasinya yang mudah dijangkau, Taman safari juga menyajikan informasi dan edukasi fauna yang menghibur. Sehingga cocok sekali dijadikan lokasi field trip bagi siswa-siswi SD Kristen Petra 11”. Begitulah guru ku menerangkan kepada kami. Aku jadi semakin penasaran. Kemudian Bapak dan Ibu guru ku mengajak bersiap-siap untuk berangkat menuju ke Taman Safari. Perjalanan kami lakukan bersama-sama. Bahkan selama perjalanan, Bapak dan Ibu guru mengajak kami mengobrol dan memberikan berbagai macam kuis yang menarik, sehingga tak terasa kami sudah sampai di Taman Safari Prigen.

Saat di Taman Safari Prigen, Kami disambut oleh petugas tour guide dan kami diajak berkeliling ke Taman Safari tersebut. Ada banyak binatang yang sudah kami kenal, namun ada juga yang belum. Senang sekali rasanya. Ingin aku benar-benar kesana. Aku berdoa, semoga covid cepat berlalu, dan aku bisa mengajak papa dan mama mengunjungi Taman Safari Prigen. Mmm… tapi rasa sedihku tak berkepanjangan. Walau acara ini dilakukan secara virtual, tapi Bapak dan Ibu guru mengemas acara field trip ini sedemikian bagus, sehingga aku merasa benar-benar berada di Taman Safari. Terima kasih Bapak Ibu guru. Pengetahuan ku menjadi bertambah.

 

Menjaga Kesehatan Anak dengan Membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun

 

Hai kawan… Hari ini tanggal 20 Maret 2021 sekolah SD Kristen Petra 11 membuat sebuah kegiatan tentang “hidup sehat”.  “Salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan anak adalah cuci tangan pakai sabun.” Begitulah guruku mengawali kegiatan kita hari ini.  “Mencuci tangan seringkali dianggap sebagai kebiasaan yang sepele oleh kebanyakan orang. Padahal, mencuci tangan adalah benteng utama dalam mencegah berbagai jenis penyakit, mulai dari demam, influenza, hingga diare.” Waaaah… aku jadi teringat saat aku terserang diare. Perut rasanya melilit dan buang-buang air. Mmm… pengalaman yang tidak mengenakkan. Aku tak mau kejadian itu terulang dalam dirilku.

Guru ku juga mengatakan bahwa “Kebiasaan ini khususnya penting untuk diajarkan kepada anak-anak, mengingat daya tahan tubuh masih lebih mudah untuk terserang penyakit akibat virus. Hal yang terpenting adalah anak-anak selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah menyentuh binatang peliharaan, dan setelah menutup mulut karena batuk atau bersin. Seringkali, anak-anak Anda lupa untuk mencuci tangan setelah melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.” Setelah guruku memberikan penjelasan, kami diajak mempraktekkan secara bersama-sama cara mencuci tangan. Kami melakukan kegiatan itu dari rumah masing-masing secara bersamaan.

 Aku mengingat cara mencuci tangan yang benar yang sudah dijelaskan oleh guruku. Aku mulai mempraktekkannyasesuai dengan urutan yang benar: 

  • Basahi tangan di bawah air mengalir 
  • Aplikasikan sabun ke tangan 
  • Gosok-gosokkan sabun di telapak tangan selama 10-15 detik. Pastikan sela-sela jari, punggung tangan, kuku, jempol, dan pergelangan tangan sudah digosok. 
  • Bilas sabun di tangan hingga bersih, lalu keringkan tangan menggunakan lap kering atau tisu sebelum menyentuh apapun.

Ooooowww…… ternyata mudah, namun kita sering lalai untuk melakukannya. Hati-hati ya teman-teman, di luar masih banyak virus, karena itu jangan lupa untuk tetap rajin mencuci tangan.  Kegiatan hari ini sangat bermanfaat buatku. Guruku mengingatkan kembali tentang kebiasaan hidup sehat. Tidak hanya makan makanan bergizi, namun juga menjaga pola kebersihan dalam diri. Sehat itu dimulai dari diri sendiri. Yeeeaaaa… terimakasih guruku.

“TABUNGANKU”

Hari ini siswa-siswi SD Kristen Petra 11 kelas I tampak ceria dan bahagia saat mengikuti kegiatan membuat celengan dari kaleng atau kertas karton. Kegiatan membuat celengan ini merupakan suatu pelajaran untuk melatih anak didik dalam berkreasi. Dengan adanya kegiatan membuat  celengan ini juga dapat melatih kita untuk hidup hemat dengan cara rajin menabung. Kegiatan ini dilakukan melalui zoom.  Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi ku dan teman-teman. Kami di arahkan untuk bisa berkreasi dengan memberi hiasan atau warna semenarik mungkin pada celengan yang sudah kami siapkan sebelumnya.

Waaaaahhhh senangnya… terlihat teman-temanku sangat antusias membuat celengan ini. Ibu guru memberikan arahan kepada kami  cara membuatnya dan memberikan contoh. “Anak-anak jangan lupa ya untuk rajin menabung. Uang hasil tabungan bisa dipergunakan untuk membantu orang lain” begitulah pesan yang aku terima dari ibu guru. Terlihat di layar teman-temanku menunjukkan kreasinya. Aku pun tak mau kalah. Aku berusaha sebaik mungkin agar celenganku terlihat menarik. Aku berencana ingin memberikan uang tabunganku pada papa dan mama untuk membeli keperluan sehari-hari.  Terbayang dibenak ku wajah papa dan mama yang bangga dengan perbuatanku ini.

Setelah 20 menit, traaataaaaaa….. jadilah celenganku. Hooreee… celenganku bagus, begitu juga milik teman-temanku. Senangnya kegiatan kelas hari ini. Terimakasih ibu guru yang sudah mengajari kami menabung.

Belajar (lagi) dari Rumah, Bersama Orang Tua adalah guruku

Kezia.jpgEvelyn.jpegSharon.jpgWhatsApp_Image_2020-05-14_at_19.03.37_1.jpegArthur.jpeg

Sudah sekitar 6 bulan saya harus melakukan pembelajaran di rumah. Learning from home atau belajar dari rumah, tepatnya di kamar atau di ruang tamu, menyimak penjelasan guru melalui aplikasi Zoom.  Guru-guru baik sekali mengirimkan file berbentuk PDF, agar saya dapat mengakses pelajaran. Selain itu ada juga Goegle  Classroom yang sangat memudahkan kami dalam melihat materi yang diajarkan, juga mengirim berbagai tugas yang diberikan oleh guru-guru kami. Berbagai upaya memang sudah dilakukan oleh guru-guru kami agar belajar dari rumah bisa terlaksana dengan baik.  Sekolah berusaha keras menyediakan pembelajaran yang bisa diakses siswa belajar dari rumah dengan didampingi guru, orangtua, maupun secara mandiri. Disinilah aku menyadari bahwa tidak saja peran guru yang terpenting, namun peran orang tua dalam mendapingiku selama belajar dari rumah juga sangat penting bagiku. Saat melakukan pembelajaran dari rumah, aku merasa kurang paham waktu mengerjakan soal atau tugas dari guru, maka orang tuaku dengan sabar menjelaskan kembali kepadaku. Duuuhh senangnya punya orang tua seperti mereka. Orang tua mencoba menjadi guru di rumah bagi kita anak-anaknya.

Lama kelamaan aku merasa senang dan terbiasa dengan pembelajaran dari rumah. Selain ada guru yang mengajar melalui zoom, orang tuaku juga mendampingi aku selama pembelajaran dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Pendampingan orang tua sangat penting bagi keberlanjutan pendidikan anak. “kalian harus terus bersekolah, jangan sampai karena pandemi kalian tidak bisa melanjutkan sekolah, kenyataanya pembelajaran toh masih bisa dilakukan dari jarak jauh”, begitulah kata orang tuaku saat itu. Orang tua ku selalu memberikan motivasi dengan kalimat ‘ Belajar dengan Sehat dari Rumah”. Hal ini ditujukan agar aku tetap semangat belajar dan jangan sampai putus asa karena pandemi ini.

Terimakasih buat orang tuaku dan semua orang tua di luar sana, yang siap mendampingi kami anak-anak untuk belajar dengan cara sehat di rumah.

boost the values reap the success