| |

Be Brave To Speak English

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi sesuatu yang sangat penting dan dapat menjadi jembatan bagi seseorang untuk lebih berkembang dan dapat memperluas jalinan relasinya kelak. Oleh karena itu, SD Kristen Petra 11 mencanangkan English Day sekali dalam seminggu untuk membiasakan para siswanya menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

English Day yang melatih kemampuan speaking siswa ini diberlakukan untuk para siswa kelas III sampai dengan kelas VI sesuai dengan jadwal masing-masing kelas. Dikemas dalam berbagai kegiatan yang menarik, English Day memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menuangkan kreativitasnya. Hal ini pula yang dilakukan para siswa kelas V ketika mereka diberi tugas untuk melakukan story telling versinya masing-masing di depan kelas mengenai “Shark” pada English Day yang berlangsung hari Kamis tanggal 3 Mei 2012 yang lalu.

Melalui pembiasaan seperti ini, maka akan membantu para siswa dalam melatih kefasihan bahasa Inggrisnya, terutama untuk percakapan sehari-hari. Dengan demikian, secara tidak langsung program English Day ini akan memupuk rasa percaya diri siswa dalam berbahasa Inggris.

english3.jpgenglish1.jpgenglish4.jpgenglish2.jpg

Menyusun Prisma

Memahami bangun ruang memang akan sulit jika tidak menggunakan alat peraga sebagai contohnya. Untuk itulah guru SD Kristen Petra 11 mengajak siswanya mengenal bangun-bangun ruang dengan menggunakan alat peraga yang ada di sekolah.

Bukan itu saja, siswa kelas IV A pada hari Kamis, 22 Maret 2012 diberi kesempatan untuk membentuk bangun ruang kubus dan balok. Mereka membentuk bangun-bangun tersebut dari alat peraga “Construction Rods” dengan cara menghubungkan rusuk-rusuknya sehingga terbentuk bangun ruang.

Setelah bangun balok dan kubus mereka bentuk, mereka menjelaskan bagian-bagian balok dan kubus di depan kelas. Selain membentuk kubus dan balok, siswa juga dapat membentuk bangun ruang yang lain. Antara lain bangun prisma segitiga, prisma segi-5, dan juga prisma segi-6.

prisma4.jpgprisma6.jpgprisma2.jpgprisma5.jpgprisma3.jpgprisma1.jpg

Membuat Kamera Lubang Jarum dan Gunung Berapi

Kamera adalah alat optik yang digunakan untuk membentuk gambar sebuah benda. Kamera terdiri dari lensa, diafragma, dan film.

Diafragma berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk ke dalam kamera. Cahaya yang masuk ke dalam kamera membentuk gambar pada film. Cara kerja kamera tersebut kami pelajari di sekolah. Untuk memahaminya lebih jelas, kami bereksperimen membuat kamera lubang jarum.

Siswa kelas 5A dan 5B SD Kristen Petra 11 membuat kamera lubang jarum pada hari Kamis, tanggal 22 Maret 2012. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah kardus atau kertas karton, lem, gunting, dan kertas kalkir.

Cara membuatnya adalah dengan membuat 2 buah kotak berbentuk balok, yang salah satunya dapat dimasukkan ke dalam kotak yang lainnya. Salah satu sisinya diberi lubang kecil tempat masuknya cahaya. Sedangkan salah satu sisi kotak yang lain ditempel kertas kalkir untuk menangkap bayangan benda.

Setelah selesai membuat alat tersebut, siswa membuktikan bagaimana kerja kamera. Mereka mengamati pohon melalui kamera lubang jarum tersebut, dan ternyata terbentuk bayangan benda pada kertas kalkir. Bayangan benda tersebut ternyata sifatnya terbalik. Pelajaran tentang cahaya dan optic dapat lebih jelas mereka pahami melalui kegiatan eksperimen.

Kegiatan eksperimen IPA yang lain adalah membuat gunung berapi yang meletus. Letusan gunung berapi dapat dibuat dengan mencampurkan bahan detergen, soda, air cuka, dan pewarna. Bahan-bahan tadi dimasukkan ke dalam botol yang telah ditutupi/diselimuti oleh plastisin sehingga membentuk gunung.

Dan hasilnya, dari dalam gunung akan keluar letusan gunung berapi. Siswa belajar dengan asyik dan gembira.

kamera1.jpggunung2.jpgkamera3.jpgkamera2.jpggunung1.jpg

Sosiodrama - "Menjadi Saluran Berkat"

Pemahkah kalian mendengar cerita alkitab tentang Tabitha (Dorkas)? Ya, Tabitha adalah perempuan yang banyak berbuat baik dan banyak memberi sedekah. la juga berbuat baik bagi para janda dengan menjahit baju bagi mereka. Jika dibandingkan dengan Petrus atau Paulus, namanya memang tak sepopuler mereka. Pekerjaan yang dilakukannya pun tak sehebat murid Tuhan Yesus yang lain. Namun, apa yang telah dilakukannya sangat berharga di mata Tuhan.

Lingkungan Sekolahku

Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, para siswa SD Kristen Petra 11 perlu mengenal lingkungan dan menanamkan rasa cinta kepada lingkungan sekolahnya terlebih dahulu sehingga hati mereka nantinya akan tergerak untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolahnya.

Oleh karena itu, pada hari Selasa tanggal 24 Januari 2012 lalu, para siswa kelas III-B diajak untuk berjalan-jalan dan mengamati lingkungan sekolahnya. Setelah berjalan-jalan sambil mengamati, mereka pun diberi kesempatan untuk menuangkannya dalam bentuk sebuah gambar. Mereka pun dengan riang

boost the values reap the success