| |

Indahnya Kebersamaan

Kata kebersamaan rasanya terdengar begitu familier di telinga kita, khususnya bagi yang terbiasa tergabung dalam suatu kelompok, entah itu kelompok kelas, teman bermain, sekolah minggu, ataupun yang lain. Berbicara mengenai kebersamaan, kira-kira apa yang ada di pikiran kalian tentang satu kata yang sering kita dengar ini? Yup, kebersamaan adalah suatu ikatan yang terbentuk karena ada rasa kekeluargaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa kebersamaan ini lebih dari sekadar bentuk bekerja sama saja. Seperti yang kami rasakan sebagai siswa-siswi kelas VI SD Kristen Petra 11, yang menikmati setiap kebersamaan yang ada. Kami sadar bahwa tahun ini adalah tahun terakhir kami di sekolah ini, dan belum tentu kami akan bertemu lagi setelah ini. Jadi… pada saat-saat ini kami akan menikmati waktu dengan antusias dan sukacita.

Kebersamaan ini terwujud dalam ujian praktik, khususnya saat ujian praktik seni, yaitu membuat batik jumputan. Hmmm… apakah kalian tahu apa itu batik jumputan? Nah, batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya, yaitu dengan cara mengikat kencang beberapa bagian kain, yang kemudian dicelupkan ke pewarna kain. Dalam ujian ini, kami dibagi dalam beberapa kelompok. Tentu saja, perlu persiapan sebelum kami mulai membuat batik jumputan ini. Bahan-bahan yang perlu disiapkan, yaitu: kain mori prima, pewarna dan penguat, air untuk kemasan pewarna, garam, dan cuka secukupnya. Sedangkan alat yang dibutuhkan, yaitu: kelereng atau batu, karet gelang, panci/baskom, botol plastik air mineral, dan ember. Jika semua alat dan bahan yang dibutuhkan sudah siap, prosesnya pun bisa kita mulai.

Pertama, kita harus memastikan dahulu bahwa kain yang akan digunakan dalam keadaan bersih. Setelah itu, kita bisa membuat motif sesuai dengan keinginan kita, dengan cara mengikatnya menggunakan kelereng dan karet gelang. Setelah itu, rebus air hingga mendidih. Campurkan pewarna dan penguat, lalu tambahkan garam dan cuka secukupnya. Setelah itu, beri pewarna kain sesuai dengan keinginan. Jika proses pewarnaan sudah selesai, kain diangkat dan dibilas dengan air dingin yang bersih. Semua ikatan bisa dilepas, kemudian kain ditiriskan dan dikeringkan.

Kami sangat menikmati setiap proses, karena ada sukacita dan kebahagiaan. Kami juga menyadari bahwa setiap proses ini pasti ada rasa ego yang menginginkan setiap masukan kami bisa diterima oleh teman yang lain. Tetapi dari proses ini, kami belajar bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang baik dibutuhkan proses yang panjang, perlu adanya komunikasi, rasa tolong-menolong, dan tentunya belajar untuk mendengar satu sama lain.

Bagi kami, momen ini bukan hanya terkenang karena kami sedang melakukan ujian praktik saja, melainkan lebih dari itu. Seperti kain mori prima yang putih bersih itu, kain itu melambangkan kebersamaan ketika kami berada di kelas I, yang belum mengerti tentang apa pun. Kami mengalami begitu banyak proses, sampai kami berada di kelas ini. Itu adalah bagian dari proses pewarnaan. Untuk menghasilkan warna yang indah, perlu kerja keras. Teman-teman, proses yang kita lalui tinggal sebentar lagi. Tetap semangat! Kita harus yakin bahwa apa pun yang kita kerjakan saat ini tidak pernah menjadi hal yang sia-sia

Kau s’lalu di hati
Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
S’lamanya rasa ini

Jika tua nanti
Kita t’lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini               

Seperti penggalan lirik di atas… jika tua nanti, tetap ingatlah hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

 

boost the values reap the success