| |

Testimoni Orang Tua

Hadirnya covid-19 sangat berpengaruh di segala aspek, terutama dalam hal pendidikan. Hampir 2 (dua) bulan lebih sistem belajar anak-anak terganggu dikarenakan virus corona ini, anak-anak harus belajar dan sekolah di rumah. Jelas, ada perbedaan besar yg didapati anak-anak ketika belajar di rumah, selain mereka tidak bisa belajar bersama teman-teman di kelas, materi yang mereka dapatkan juga terbatas. Butuh peran orang tua yang besar untuk memotivasi anak-anak untuk mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Jangan biarkan anak-anak menjadi malas karena virus corona ini. Semangat belajar harus semakin ditingkatan... stay healthy stay at home.. Tuhan Yesus memberkati (Orang tua dari Eunice Threcia Ulina Sasabone kelas V)

Keshia_dan_Kevin.jpegEvelyn.jpegEunice.jpegArthur.jpeg

Saya Shinta, saat ini saya mempunyai dua anak yang bersekolah di SD Kristen Petra 11. Anak yang pertama Kevin Yuwono kelas III dan anak yang kedua Keshia Yuwono kelas I, “Karena adanya pandemic corona ini, anak-anak terpaksa harus SFH (School From Home), tentunya itu menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Saya sebagai orang tua, dituntut untuk lebih sabar dan selalu mendampingi anak-anak dalam belajar. Selama ini guru memberikan materi dan tugas-tugas secara online dan melakukan zoom sebanyak seminggu tiga kali. Namun, saya merasa hal ini kurang maksimal dalam pendidikan anak-anak. Terutama zoom, karena terkadang dalam zoom ada kendala, seperti gangguan internet, sehingga terkadang suara tidak jelas dan terputus-putus. Namun, setelah zoom guru selalu mengirimkan materi hasil dari zoom, jadi hal ini sangat membantu. Kami tahu situasi saat ini sulit, bukan hanya bagi kami orang tua, tetapi juga bagi guru dan murid. Harapan saya sebagai orang tua, agar kita dapat menemukan solusi dari kesulitan atau kekurangan dalam belajar online, sehingga anak dapat belajar di rumah lebih maksimal. Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang sabar dan baik dalam menjawab pertanyaan dari orang tua, jika kita mengalami kesulitan. Semoga, pandemic corona ini dapat segera berlalu dan anak-anak bisa kembali ke sekolah”.

School from home menurut saya ada positif dan negatifnya. Positifnya, waktu belajar bisa lebih disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak, karena didampingi oleh orang tua langsung, anak jadi lebih fokus. Negatifnya, anak jadi bosan, karena tidak berinteraksi dengan temannya, anak terkadang jadi semaunya sendiri. Manfaat yang saya dapatkan saat mendampingi anak adalah membuat orang tua jadi lebih dekat lagi dan semakin mengenali karakter anak pada saat melakukan pekerjaan dari guru. Sedangkan kendalanya adalah, membuat anak mau menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh, karena, terkadang anak merasa bosan dan jenuh di rumah terus. Saya sebagai wali orang tua merasa berterima kasih sekali karena selama ini anak saya telah dibimbing dengan baik oleh guru-guru SD Kristen Petra 11. Semoga semuanya cepat kembali baik, sehingga bisa bertemu kembali. Amin. (Orang tua dari Arthur Sebastian kelas I)

Di tahun ini, banyak pelajaran berharga yang didapatkan, terutama saya merasakan bagaimana rasanya menjadi pengajar, yang saya rasa, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tenaga guru di sekolah, jujur saya merasa kewalahan mengurus anak-anak dengan tugas-tugas sekolah. Tetapi, anak-anak saya semangat dalam mengerjakan tugas, justru, malah saya yang terkadang menyerah dan putus asa dan hampir menyerahkan ke guru les. Tetapi akhirnya, mata saya terbuka, betapa anak-anak saya menginginkan pendampingan mama dan papanya dalam mendukung kegiatan belajarnya. Banyak yang kami dapat dari pandemi ini, lebih bersabar dalam segala hal, menahan diri untuk tidak boros dan menghargai uang, terutama saya lebih paham, betapa guru di sekolah itu luar biasa, mampu mengurus kegiatan belajar anak-anak dalam jumlah yang banyak. saya berterima kasih karena Guru begitu luar biasa, terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. (Orang tua dari Evelyn Jill Setiawan kelas II)

boost the values reap the success