| |

To Be a Better Me

IMG20191030145740.jpgIMG20191031081558.jpgIMG_20191031_210350.jpgIMG20191101093514.jpg

“Setiap anak adalah istimewa.” Apa yang kalian pikirkan ketika membaca kalimat tersebut? Ya, setiap anak memang istimewa, istimewa bukan berarti karena kita terlahir dari keluarga kaya, karena kita ganteng/cantik, dan berprestasi. Setiap anak dikatakan istimewa karena, kita semua berharga di mata Tuhan yang telah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Dia. Di sisi lain, perkembangan zaman saat ini menjadikan manusia untuk mengukur segala sesuatu supaya diterima di kelompok tertentu, sehingga anak tidak dapat mengenal dirinya dengan baik. Bagaimana kita semua dapat menyadari bahwa kita istimewa sebagaimana adanya saat ini dan telah diciptakan secitra dengan-Nya yang istimewa itu? Untuk dapat memahami semua itu, maka kami siswa dan siswi SD Kristen Petra 11 mengikuti kegiatan retreat yang diadakan pada tanggal 30 Oktober – 1 November 2019, di Griya Kusuma Indah, Pacet, dan dipimpin oleh Pdt. Hanna Yulianik

Ada yang berbeda dari kegiatan retreat tahun ini, karena kami bergabung dengan teman-teman dari SD Kristen Petra 1, yap, rasanya sudah tidak sabar untuk memulai kegiatan ini karena pastinya kami semua akan bertemu dengan teman-teman yang baru. Setelah kami sampai di lokasi, kami berbenah untuk masuk ke kamar yang sudah dibagikan oleh pantia. Kemudian kami bersiap untuk mengikuti outbound yang terbagi dalam beberapa game, dalam game tersebut banyak sekali yang harus kami pelajari mulai dari pengetahuan tentang tokoh-tokoh alkitab, kekompakan team bahkan sampai ketangkasan kami untuk menyusun balok kecil menjadi menara. Tidak hanya itu, kami juga dihibur oleh drama singkat dari guru-guru pendamping. Kami sangat antusias melihat kelucuan yang dibuat oleh Bapak dan Ibu guru. Yang paling seru di hari pertama ini adalah ketika kami diberi tantangan berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya dari sekolah lain dan ini tentunya membuat masing-masing dari kami untuk memberanikan diri mengenal teman dari sekolah lain.

Di hari kedua, kami melaksanakan ibadah padang pada pukul 07.00 WIB. Kami bisa menghirup udara segar, menikmati kicauan burung, dan yang terutama kami bisa menikmati pemandangan gunung. Setelah ibadah padang, kami diajak untuk berdiskusi, dalam diskusi kami diajarkan bagaimana menjadi pengikut Tuhan Yesus yang sadar akan diri yang istimewa dan memiliki talenta yang diberikan oleh Tuhan, hingga kita mampu menjadi berkat bagi orang lain. Setelah melakukan diskusi, tiba saatnya kami menampilkan drama yang sebelumnya telah kami siapkan. Hari kedua ini ditutup dengan api unggun, tidak disangka bahwa di sesi ini, kami satu persatu dibuat menangis. Apakah kami salah atau kami cengeng? Tentunya tidak seperti itu. Kami menangis karena kami merasa berdosa, dan bahkan kami dengan seenaknya menyalahkan orang lain, kami dapat dikatakan egois. Memang benar yang dikatakan oleh ibu pendeta kami terlalu mementingkan diri kami sendiri dan tidak menjadi pengikut Tuhan Yesus yang benar, yang dapat menjadi berkat bagi siapa pun. Dari sesi ini kami masing-masing membuat komitmen untuk lebih baik lagi dari sebelumnya.

Di hari terakhir, masing-masing dari kami telah siap untuk kembali ke Surabaya, tetapi, sebelum itu, terlebih dahulu dilakukan pemillihan king and queen, yeay, selamat untuk king and queen yang telah terpilih. Setelah kegiatan ini, kami berharap, kami semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik, karena kami semua istimewa. Terima kasih untuk Bapak dan Ibu guru yang telah memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi kami.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;.....” (Kej 1: 27). 

boost the values reap the success